Selasa, 17 Mei 2011

Adab tidur mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam

Adab Ketika Akan Tidur

Sesungguhnya tidur menghabiskan sepertiga dari umur seseorang jika ia tidur dalam sehari semalam delapan jam. Jika dia mampu mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika akan tidur, maka waktu tersebut dapat dimanfaatkan dalam rangka ibadah. Seorang yang pandai adalah seorang yang mampu menjadikan kebiasaannya menjadi amalan yang mendapatkan pahala.

Berikut beberapa sunnah Rasulullah terkait adab tidur.

1. Tidur di awal malam

Di antara tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah tidur di awal malam, berdasarkan hadits dari sahabat Abu Barzah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat isya dan berbincang-bincang setelahnya (setelah shalat Isya’).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani mengatakan, “Hal itu karena tidur sebelum shalat Isya` akan menyebabkan ia tertidur sampai keluar dari waktu shalat Isya`. Sedangkan begadang setelah shalat Isya’ dapat menyebabkan tertidur hingga tidak melaksanakan shalat Shubuh, terlambat dari waktu shalat yang afdhal (utama), atau tidak bisa melaksanakan dari shalat malam.” (Fathul Bari Syarh Shahih Al-Bukhari)

Begadang di malam hari diperbolehkan jika ada maslahat (kebaikan)nya. Al-Imam Al-Bukhari meletakkan sebuah bab dalam kitab Shahih-nya dengan judul “Bab Begadang dalam rangka Menuntut Ilmu”.

2. Mencuci tangan dari kotoran

Syariat yang mulia ini mengajarkan kepada kita agar menjaga kebersihan, termasuk berkaitan dengan pembahasan kita tentang adab tidur. Rasulullah
bersabda,
“Barangsiapa yang tidur dan di tanganya ada ghomar yang tidak di basuh kemudian terjadi sesuatu yang tidak disukainya, maka janganlah mencela kecuali terhadap dirinya sendiri.” (HR. At-Tirmidzi, Abu Daud, dan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Ghomar adalah kotoran dan bau tak sedap pada tangan saat setelah makan.

3. Berwudhu’ sebelum tidur

Disunnahkan berwudhu’ bagi seorang muslim yang hendak tidur. Tata caranya sama seperti tata cara wudhu’ sebelum shalat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Al-Bara’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu:
“Jika engkau hendak menuju ke tempat pembaringan, maka berwudhu’lah sebagaimana engkau berwudhu’ untuk shalat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Berwudhu sebelum tidur, hal ini bertujuan agar setiap muslim bermalam dalam keadaan suci, sehingga bila ajalnya datang menjemput diapun dalam keadaan suci. Dan sunnah ini menggambarkan bentuk kesiapan seorang muslim untuk memenuhi panggilan kematian dalam keadaan suci hatinya. Dan jelas bahwa kesucian hati lebih diutamakan daripada kesucian badan. Dan sunnah ini juga akan mengarahkan pada mimpi yang baik dan menjauhkan diri dari permainan setan yang akan menimpanya. (Lih. Fathul Bari, 11/125 dan Syarah Shahih Muslim, 9/32)

Adapun keutamaan wudhu, maka salah satunya adalah hadits berikut,

Dari shahabat Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Apabila seorang muslim atau mukmin berwudhu' kemudian mencuci wajahnya, maka akan keluar dari wajahnya tersebut setiap dosa pandangan yang dilakukan kedua matanya bersama air wudhu' atau bersama akhir tetesan air wudhu'. Apabila ia mencuci kedua tangannya, maka akan keluar setiap dosa yang dilakukan kedua tangannya tersebut bersama air wudhu' atau bersama akhir tetesan air wudhu'. Apabila ia mencuci kedua kaki, maka akan keluar setiap dosa yang disebabkan langkah kedua kakinya bersama air wudhu' atau bersama tetesan akhir air wudhu', hingga ia selesai dari wudhu'nya dalam keadaan suci dan bersih dari dosa-dosa." (HR Muslim no. 244).

Alhamdulillah… sebuah rahmat dan kasih sayang yang sangat besar yang diberikan Allah kepada para hamba-Nya.

Adapun jika kita hendak tidur dalam keadaan junub dan belum berkesempatan untuk mandi janabah, maka cukup bagi kita dengan berwudhu’ sebelum tidur sebagaimana jawaban Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap pertanyaan Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu:

“Bolehkah salah seorang di antara kami tidur ketika ia dalam keadaan junub?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Ya, jika salah seorang di antara kalian telah berwudhu’, maka ia boleh tidur walaupun sedang junub.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

4. Membersihkan (dengan cara mengibas/menebah) tempat tidur sambil membaca basmalah

Di antara tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi seseorang yang hendak tidur adalah membersihkan (mengibas/menebah) tempat tidurnya (dengan menggunakan kain atau yang selainnya) sambil membaca basmalah. Hal ini berdasarkan hadits:

“Jika salah seorang dari kalian hendak berbaring di tempat tidurnya hendaklah dia mengambil kainnya dan mengibas-ngibaskannya ke tempat tidurnya dengan membaca basmalah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

5. Larangan tidur bertelungkup

Dari Thikhfah Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjumpaiku dalam keadaan tidur tertelungkup di masjid, maka beliau menggerakkanku dengan kakinya seraya bersabda: “Mengapa engkau tidur seperti ini? Ini adalah posisi tidur yang dibenci atau dimurkai Allah.” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah)

6. Tidur di atas Lambung Sebelah Kanan

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“lalu tidurlah di atas lambungmu yang kanan.”
(HR. Al-Bukhari no. 6311 dan Muslim no. 2710)

Sebagian menjelaskan bahwa hikmah yang terkandung dalam bimbingan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam untuk tidur di atas lambung kanan adalah lebih cepat untuk terjaga (bangun agar bisa shalat malam), jantung bergantung ke arah sebelah kanan sehingga tidak menjadi berat bila ketika tidur.

7. Meletakkan Tangan di Bawah Pipi

Tata cara ini dijelaskan oleh Hudzaifah ibnul Yaman radhiallahu ‘anhu:

“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam apabila beliau tidur di malam hari, beliau meletakkan tangan beliau di bawah pipi.”
(HR. Al-Bukhari no. 6314)

8. Berdoa Sebelum Tidur

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam apabila akan tidur beliau berdoa:
اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ
‘Ya Allah, dengan menyebut nama-Mu aku hidup dan dengan menyebut namamu aku mati.”
(HR. Muslim (no. 2711) dan Ahmad (no.17862))

Dalam Lafadz lainnya:

Ya Allah, dengan menyebut nama-Mu aku hidup dan aku mati

(Doa tersebut silahkan dicopy-paste di wordpad/notepad untuk memperjelas. Adapun di word office, terkadang mengalami perubahan susunan text arabic.)

9. Membaca Dzikir-dzikir Tidur

a. “Dari ‘Aisyah, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam apabila menuju tempat pembaringan pada setiap malam, beliau menghimpun kedua telapak tangan beliau kemudian meniupnya dan membaca Qul Huwallahu Ahad dan Qul A’udzubirabbil Falaq dan Qul A’udzubi Rabbi An-Nas kemudian dia mengusap seluruh tubuh beliau, dan beliau memulai dari kepala kemudian wajah dan bagian depan jasad dan beliau lakukan hal itu tiga kali.”
(HR. Abu Dawud. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam kitab Shahih Sunan Abu Dawud no. 4228)

b. Membaca takbir, tahmid dan tasbih.

Ibnu Abi Laila berkata: “‘Ali telah menceritakan kepadaku bahwa Fathimah mengeluhkan apa yang beliau dapati (berupa bekas pada tangan beliau) karena menumbuk (tepung). Kemudian dibawakan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam seorang tawanan dan aku segera mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Akan tetapi aku tidak menjumpainya dan beliau menjumpai ‘Aisyah lalu Fathimah menceritakan (hajatnya) kepada ‘Aisyah.

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam datang, ‘Aisyah memberitahukan tentang kedatangan Fathimah kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi kami sedangkan kami telah tidur. Lalu aku berusaha bangun, beliau berkata: “Tetaplah kalian di tempat kalian.” Lalu beliau duduk di antara kami, dan aku (kata Fathimah) merasakan dingin kedua kaki beliau yang diletakkannya di atas dadaku dan beliau bersabda: “Maukah aku ajarkan kepada kalian sesuatu yang lebih baik dari apa yang kalian minta kepadaku yaitu bila kalian akan tidur bertakbirlah 34 kali, bertasbih 33 kali, dan bertahmid 33 kali lebih baik bagi kalian dari pada memiliki pembantu

Bagaimanakah memilih pasangan hidup yang baik ?

Bismillah.

Yang menjadi tolak ukur dalam memilih pasangan hidup adalah agamanya. Demikian diwasiatkan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. Karena pasangan yang baik agamanya akan mengetahui arti sebuah pernikahan dan tanggung jawabnya serta bagaimana menjaga pernikahan tersebut.

Berkata sebagian ulama salaf,
“Seorang suami yang shalih, bila dia mencintaimu maka bersyukurlah kepada Allah. Bila dia tidak menyukaimu, maka dia tidak akan menzhalimimu.”

Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
Wanita dinikahi karena empat alasan. Hartanya, keturunannya, kecantikannya, atau agamanya. Pilihlah karena agamanya, niscaya selamatlah engkau. (HR. Muslim)

Maka begitupun wanita yang mengharapkan keselamatan, dia bersedia dinikahi jika yang meminangnya adalah yang baik agamanya.

Namun yang harus diperhatikan adalah untuk menilai agama seseorang itu baik adalah tidak cukup dengan melihat penampilannya yang berpakaian koko atau bisa ngaji.

Namun yang utama untuk diketahui adalah Aqidahnya, istiqomahnya dalam mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan akhlaknya yang lembut karena didasari ketakwaan hatinya kepada Allah.

Untuk melakukan penilaian yang baik maka yang melakukan penilaian harus mengilmui terlebih dahulu, atau meminta tolong kepada akhwat lain yang lebih berilmu untuk membantu melakukan penilaian.

Memang tidak mudah mencari yang shalih, namun begitulah permata, ia berharga karena dia mulia dan langka. Barangsiapa yang berusaha dan bersabar demi sesuatu yang berharga, maka semoga dia mendapat yang terbaik.

Yang perlu kami ingatkan adalah, bahwa kita tidak akan mendapatkan pasangan sempurna yang dapat membuat hati kita bahagia sepanjang waktu. Namun hendaknya kita bersyukur atas nikmat yang ada dan kita bersabar atas ujian yang ada. Hidup ini jadikanlah usaha untuk berbekal agar mendapatkan keridhaan Allah dan surga-Nya. Dan disanalah, jika suami-istri masuk surga, maka pasangannya akan menjadi pasangan yang sempurna insya Allah.

Jalanilah dengan ilmu yang shahih. Kuatkan dengan kesabaran. Dan hanya kepada Allah sandaran hati. Allah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Rabbmu?" Mereka menjawab: "kebaikan." Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa,
Syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa, (QS. An Nahl : 30-31)

Senin, 01 November 2010

Jadilah Lelaki Pertama di Hatinya

قال البجيرمي: وفي البكارة ثلاث فوائد:
Al Bijairumi mengatakan, “Menikahi bikr atau gadis itu memiliki tiga manfaat sebagai berikut:
إحداها أن تحب الزوج الاول وتألفه، والطباع مجبولة على الانس بأول مأولف، وأما التي مارست الرجال فربما لا ترضى ببعض الاوصاف التي تخالف ما ألفته فتكره الزوج الثاني.
Pertama, dia akan mencintai dan akrab dengan suaminya yang pertama. Manusia memiliki karakter untuk merasa nyaman dengan hal pertama kali yang dia kenal. Sedangkan wanita yang telah berpengalaman dengan banyak laki-laki maka boleh jadi dia tidak suka dengan sebuah sifat atau perilaku yang berbeda dengan perilaku yang telah biasa dia terima akhirnya dia kurang suka dengan suami yang pertama.
الفائدة الثانية أن ذلك أكمل في مودته لها.
Kedua, memiliki istri gadis untuk menjadi sebab suami memiliki cinta yang lebih sempurna kepadanya
الثالثة: لا تحن إلا للزوج الاول.
Ketiga, seorang gadis tidak akan kangen dan terkenang kecuali kepada pasangan yang pertama.
ولبعضهم: نقل فؤادك حيث شئت من الهوى # ما الحب إلا للحبيب الاول
Seorang penyair mengatakan,
Tambatkan hatimu pada siapa saja yang kau sukai
Tidaklah cinta kecuali pada lelaki pertama yang kau cintai
كم منزل في الارض يألفه الفتى # وحنينه أبدا لاول منزل ؟ اه.
Betapa banyak tempat yang pernah disinggahi
Rasa kangen hanyalah pada tempat yang pertama kali”. Sekian kutipan dari perkataan al Baijuri. ”
[Hasyiyah I’anah al Thalibin juz 3 hal 271, karya Sayyid Muhammad Syatho cetakan al Haramain]
Jika kita bawa penjelasan di atas kepada realita sekeliling kita, bisa kita simpulkan bahwa bikr atau gadis yang dimaksudkan oleh para ulama sebagai wanita yang dianjurkan untuk dinikahi bukanlah sembarang gadis alias asalkan masih perawan namun gadis yang belum pernah tersentuh atau terjamah laki-laki dengan bahasa lain belum pernah jatuh ke dalam dekapan laki-laki yang pernah menempati ruangan khusus dalam hatinya. Itulah -meminjam istilah dari Abu Muhammad al Ashri-gadis “culun” yang belum pernah mengenal pacar dan pacaran apalagi malah pernah menjadi playgirl. Sungguh beruntung laki-laki yang mendapatkannya.
Artikel www.ustadzaris.com

Rabu, 27 Oktober 2010

...My History Love (part 1)....

Sabtu, 20 Januari 2007/ 1 Muharram 1428 H
pukul 21.3o wib, aq belum juga bisa tertidur,
tuk menemani malam tu aq pun mendengarkan siaran radio.
Dari satu siaran, ke siaran yang lain,, hingga akhirnya q dengar siaran yg q rasa sangat menarik siaran tentang ajang perkenalan dengan mempromosikan no Hp nya.
Iseng2 q coba mendengar siaran tersebut.
Tak berapa lama, Ada seorang pria, yg mempromosikan no nya.
Hmmm.. aq merasa tertarik dengannya..
coz dya seorg pria yg mandiri ( kuliah n kerja), q pikir jarang seorg pria seperti itu.
Aq pun mencatat no Hp nya.
Sebenarnya aq tu org yg takut dengan pria, segan ato apalah..
tp aq coba memberanikan diri tuk berkenalan dengan nya, melalui sms coz klo nelpon aq gak berani..
Akhirnya aq pun sms dirinya, bunyi smsny:
" oh ya nama lengkapnya siapa ya? kuliah dimana? aq ... kul.."
itulah sms yg q kirim ke padanya.
ndak berapa lama balasn dr nya..
sms ny di bals dgn bhs. inggris.
dlm pikiran q,,, "hmm.. sok kali ni org,, coz jawabannya pake bhs. inggris"
aq pun tak mw blas sms nya lg..
Tp.... tiba2 Hp q bergetar.
eh,, ternyata dari dya..
hmmm,, angkat tidak,, angakt tidak,,
n akhirnya aq pun angkat telp drnya.
dr telpon tersebut kami pun berkenalan,,
kami saling tukar informasi,, ttg keluarga, kuliah dll.
banyak yg kami bicarakan.
N tak tersa waktu menunjukkan pukul 00.00 wib.
kami pun menyudahi pembicaraan.
__________OOOOooooOOOOooooOO_________OOooooOOOOooooOOOOoooo_________

Sabtu, 06 September 2008

Menyusun Model Pembelajaran CTL

Menyusun Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)
Jumat Wage, 7 Maret 2008 — Pendidikan
Pengertian
Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan proses pembelajaran yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural), sehingga siswa memiliki pengetahuan/ ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya.
CTL disebut pendekatan kontektual karena konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat.

Rasional
Dalam Contextual teaching and learning (CTL) diperlukan sebuah pendekatan yang lebih memberdayakan siswa dengan harapan siswa mampu mengkonstruksikan pengetahuan dalam benak mereka, bukan menghafalkan fakta. Disamping itu siswa belajar melalui mengalami bukan menghafal, mengingat pengetahuan bukan sebuah perangkat fakta dan konsep yang siap diterima akan tetapi sesuatu yang harus dikonstruksi oleh siswa. Dengan rasional tersebut pengetahuan selalu berubah sesuai dengan perkembangan jaman.

Pemikiran Tentang Belajar
Proses belajar anak dalam belajar dari mengalami sendiri, mengkonstruksi pengetahuan, kemudian memberi makna pada pengetahuan itu. Transfer belajar; anak harus tahu makna belajar dan menggunakan pengetahuan serta ketrampilan yang diperolehnya untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya. Siswa sebagai pembelajar; tugas guru mengatur strategi belajar dan membantu menghubungkan pengetahuan lama dengan pengetahuan baru, kemudian memfasilitasi kegiatan belajar. Pentingnya lingkungan belajar; siswa bekerja dan belajar secara di panggung guru mengarahkan dari dekat.

Hakekat
Komponen pembelajaran yang efektif meliputi:Konstruktivisme, konsep ini yang menuntut siswa untuk menyusun dan membangun makna atas pengalaman baru yang didasarkan pada pengetahuan tertentu. Pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak secara tiba-tiba. Strategi pemerolehan pengetahuan lebih diutamakan dibandingkan dengan seberapa banyak siswa mendapatkan dari atau mengingat pengetahuan.

Tanya jawab, dalam konsep ini kegiatan tanya jawab yang dilakukan baik oleh guru maupun oleh siswa. Pertanyaan guru digunakan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir secara kritis dan mengevaluasi cara berpikir siswa, seangkan pertanyaan siswa merupakan wujud keingintahuan. Tanya jawab dapat diterapkan antara siswa dengan siswa, guru dengan siswa, siswa dengan guru, atau siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas.
Inkuiri, merupakan siklus proses dalam membangun pengetahuan/ konsep yang bermula dari melakukan observasi, bertanya, investigasi, analisis, kemudian membangun teori atau konsep. Siklus inkuiri meliputi; observasi, tanya jawab, hipoteis, pengumpulan data, analisis data, kemudian disimpulkan.

Komunitas belajar, adalah kelompok belajar atau komunitas yang berfungsi sebagai wadah komunikasi untuk berbagi pengalaman dan gagasan. Prakteknya dapat berwujud dalam; pembentukan kelompok kecil atau kelompok besar serta mendatangkan ahli ke kelas, bekerja dengan kelas sederajat, bekerja dengan kelas di atasnya, beekrja dengan masyarakat.

Pemodelan, dalam konsep ini kegiatan mendemontrasikan suatu kinerja agar siswa dapat mencontoh, belajr atau melakukan sesuatu sesuai dengan model yang diberikan. Guru memberi model tentang how to learn (cara belajar) dan guru bukan satu-satunya model dapat diambil dari siswa berprestasi atau melalui media cetak dan elektronik.

Refleksi, yaitu melihat kembali atau merespon suatu kejadian, kegiatan dan pengalaman yang bertujuan untuk mengidentifikasi hal yang sudah diketahui, dan hal yang belum diketahui agar dapat dilakukan suatu tindakan penyempurnaan. Adapun realisasinya adalah; pertanyaan langsung tentang apa-apa yang diperolehnya hari itu, catatan dan jurnal di buku siswa, kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran pada hari itu, diskusi dan hasil karya.

Penilaian otentik, prosedur penilaian yang menunjukkan kemampuan (pengetahuan, ketrampilan sikap) siswa secara nyata. Penekanan penilaian otentik adalah pada; pembelajaran seharusnya membantu siswa agar mampu mempelajari sesuatu, bukan pada diperolehnya informasi di akhr periode, kemajuan belajar dinilai tidak hanya hasil tetapi lebih pada prosesnya dengan berbagai cara, menilai pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh siswa.

Penerapan CTL dalam pembelajaran
Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri dan engkonstruksi sendiri pengetahuan dan ketrampilan baru. Lakukan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua toipik. Kembangkan sifat keingin tahuan siswa dengan cara bertanya. Ciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompok-kelompok). Hadirkan model sebagai contoh dalam pembelajaran. Lakukan refleksi pada akhir pertemuan. Lakukan penilaian otentik yang betul-betul menunjukkan kemampuan siswa.

http://bandono.web.id/2008/03/07/menyusun-model-pembelajaran-contextual-teaching-and-learning-ctl/

Rabu, 13 Agustus 2008

SIAPAKAH ANDA ?

Siapakah orang yang sibuk? Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s

Siapakah orang yang manis senyumanya? Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya Rabb, Aku redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.

Siapakah orang yang kaya? Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

Siapakah orang yang miskin? Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada selalu menumpuk-numpukkan harta.

Siapakah orang yang rugi? Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.

Siapakah orang yang paling cantik? Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas? Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit? Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.

Siapakah orang yang mempunyai akal? Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.

Siapakah org yg PELIT ? Orang yg pelit ialah org yg membiarkan tulisan ini begitu saja, malah dia tidak akan menyampaikan kepada org lain.

Menyikapi Kesulitan Hidup

Oleh : ilham fatahillah

Ketika kesulitan hidup itu datang, hati berubah gundah, kesana-kemari seolah mencari sesuatu yang hilang. Tekanan darah naik, darah pun mengalir tak beraturan, menekan keras ke otak hingga membuatnya panas, lalu mengendap di dada menekan paru-paru hingga nafas terasa berat, detak jantung tidak menentu, dada berdebar-debar menekan balik darah. Sementara itu keringat dingin pun membeku, dan sekujur tubuh terasa pegal. Emosi kian memuncak, dengan sorotan mata yang tajam dan pikiran berputar-putar mengitari tumpukan segala kegundahan.

Setiap orang pasti pernah mengalami saat-saat sulit dalam menjalani kehidupannya. Kadang kesulitan itu memang membuat seseorang frustasi, bingung, stres, panik, putus asa dan sikap negatif lainnya. Namun hal ini hanya terjadi pada kebanyakan orang yang hidupnya jauh dari tuntunan Al-Qur`an. Jauhnya mereka dari tuntunan Al Qur'an menyebabkan mereka gampang gelisah, tegang, dan marah. Mereka menjalani kehidupan ini dengan beban masalah dan tekanan batin yang luar biasa beratnya, sehingga menjauhkan mereka dari kebahagiaan hidup.

Seorang mukmin tentu berbeda dalam menyikapi berbagai kesulitan hidup yang dihadapinya.Mereka memahami bahwa kesulitan atau ujian diberikan oleh Allah dalam rangka menguji hamba-Nya. Dan mereka tahu bahwa kesulitan itu dibuat untuk membedakan antara mereka yang benar-benar beriman dan mereka yang memiliki penyakit di hatinya, yaitu mereka yang tidak tulus dalam meyakini keimanan mereka. Karena itu, ujian atau kesulitan yang hadir dalam kehidupan kita akan menunjukkan siapakah kita sebenarnya. Allah menjelaskan melalui firman-Nya, bahwa Dia akan menguji manusia untuk melihat siapakah yang benar-benar beriman.

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar." (Ali Imran: 142)
"Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin)...."(al-Baqarah: 179)

Ketika membaca terjemahan ayat tersebut, hendaknya semakin menambah kesadaran kita bahwa kehidupan ini memang dipenuhi dengan aneka masalah dan berbagai kesulitan. Karena dunia ini merupakan Darut Taklif, maksudnya adalah tempat pembebanan. Tidak ada seorang pun yang terbebas dari masalah selama mereka hidup di dunia. Dan sungguh merugi orang yang larut dalam kesedihan, kesedihan yang panjang justru akan semakin menyulitkan diri dalam menghadapi masalah. Hanya dengan keberanian untuk bangkit dan bersabar, kesulitan itu akan terasa mudah. Berbahagialah orang yang mampu bersabar dalam menghadapi setiap kesulitan hidup, karena Allah beserta orang-orang yang sabar.